Senin, 16 November 2015

Jokowi : Ketergantungan Pada Dollar Kian Ancam Perekonomian Global, Strategi Investasi Harus Dilakukan Dengan Cermat

Posted by Admin

Berita TerbaruPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), menyebutkan jika ketergantungan dunia pada mata uang Dollar Amerika Serikat mempunyai potensi yang mengancam kemajuan perekonomian secara Global.

Terkait hal tersebut, Jokowi dalam Working Session I KTT G-20 di Antalnya mengungkapkan. Jika ketergantungan yang teramat tinggi terhadap US Dollar telah menyebabkan distorsi global yang kini mulai terlihat dampaknya yang mengancam kemajuan perekonomian Global.

Presiden Jokowi juga menegaskan, kini sudah waktunya untuk melakukan perombakan total pada arsitektur keuangan secara global. Hal tersebut dikira akan sangat penting mengingat masalah utama yang tengah dihadapi perekonomian dunia kini adalah terkait menciutnya likuiditas Dolar Amerika Serikat yang terjadi di hampir seluruh negara berkembang.

Selain daripada itu, sejak terciptanya mata uang Euro pada tahun 1999 silam, tidak ada lagi mata uang dunia atau Global Reserve Currency yang baru lagi. Terlebih dala lagi membahasnya, Presiden Jokowi menegaskan jika negara-negara berkembang harus segera melakukan implementasi reformasi ekonomi yang fudamental.

Baca Berita Lengkap Jokowi : http://oketekno.com/blog/berita-jokowi/

Jokowi mengatakan, Reformasi yang nyata sangat diprlukan untuk membangun kembali kredibilitas pasar serta merebut kembali kepercayaan investor serta para pelaku ekonomi. Reformasi yang fundamental tersebut juga harus diikuti dengan likuiditas finansial yang kuat. Hal tersebut dimaksudkan Jokowi agar tidak mngalami gejolak karena terjadinya gangguan pada Likuiditas yang ada.




Sementara itu, Presiden Jokowi juga menegaskan tentang pentingnya strategi investasi dibidang industri. Hal tersebut guna menghilangkan ketergantungan negara terhadap ekspor bahan mentah yang selama ini menjadi kebiasaan.

Menurut Jokowi, ekspor komoditas tesebut harus mulai diubah menjadi sebuah investasi pada sektor perindustrian. Barang yang di ekspor pun minimal berupa barang yang minimal setengah jadi, lebih baik lagi jika barang tersebut sudah berupa barang jadi. Jadi, ketergantungan kepada ekspor barang mentah bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

Oleh karena hal tersebut, Jokowi menegaskan arah dari strategi pembangunan negara yang dilakukan harus jelas. Termasuk didalamnya untuk strategi investasi serta strategi tenaga kerja yang diberlakukan juga harus jelas.

Jokowi menjelaskan strategi investasi jelas apa yang harus dikejar. Ia menyebutkan jika yang utama adalah investasi di bidang infrastruktur lalu selanjutnya investasi padat karya. Sebab, 60 persen dari jumlah pengangguran yang ada yakni berjumlah 7,5 juta orang tersebut adalah lulusan SD, SMP serta SMK.

Sehingga masuknya harus ke investasi padat karya. Meskipun, yang berkaitan dengan Hi-tech juga tidak boleh ditinggalkan serta harus dikerjakan dengan sebaik mungkin. Ia juga berpendapat investasi di bidang infrastruktur juga sangat penting sebab memberikan banyak sekali dampak yang positif. Baik itu dampak pada jangka pendek, menengah, ataupun dampak untuk jangka panjang.

Sebagai contohnya untuk pendeknya, hal tersebut akan membuka lapangan pekerjaan pada saat pembangunan infrastruktur. Sedangkan untuk jangka menengah dapat menyebabkan mobilitas jasa barang serta jasa orang bisa menjadi lebih cepat.

Sedangkan untuk contoh jangka panjang yang dijelaskan Jokowi, biaya tranportasi serta distribusi logistik akan kian murah. Dan pada akhirnya, semua harga barang pun akan turut menjadi lebih murah.


Kumpulan Berita Terbaru : http://oketekno.com/blog/

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►