Jumat, 15 Januari 2016

Ketegangan Arab Saudi dan Iran Picu Harga Emas Melonjak

Posted by Admin

Ketegangan Arab Saudi dan Iran Picu Harga Emas Melonjak

Harga Emas – Keadaan ekonomi dunia yang kini tengah mengalami masa ketidakstabilan, serta nilai tukar dollar yang melemah ternyata berdampak kepada Harga Emas yang kian melonjak . Sebab, seperti diketahui juga jika keduanya memang berjalan berlawanan arah. Dalam arti, jika nilai tukar dollar melemah otomatis akan membuat Harga Emas terdorong naik.

Bukan hanya itu, faktor lainnya yang membuat Harga Emas mengalami kenaikan pada pekan ini adalah didasari karena tengah terjadinya ketegangan antar negara di kawasan Timur Tengah. Serta berhembusnya kabar jika sedang jatuhnya pasar saham yang terdapat di China.

Sedangkan Harga Emas untuk pengiriman Februari sendiri juga akan mengalami kenaikan hingga mencapai 1,4 persen menjadi USD 1.075,20 per ons di divisi Comex. Nominal tersebut merupakan nominal tertinggi yang tercapai sejak 24 Desember 2015 lalu. Selain itu, harga perak pengiriman Maret, juga iktu melonjak hingga angka 0,3 persen menjadi US$ 13,841 per ons.

Direktur CMC Markets, Colin Cieeszynski sendiri juga membenarkan Jika melonjaknya Harga Emas tersebut memang sebagai salah satu dampak dari ketegangan antara Iran dan Arab Saudi, hal tersebut seiring dengan modal yang beralih ke emas.

Seperti yang di ketahui sebelumnya, eksekusi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap ulama Syiah, ikut menyulut ketegangan dengan negara tetangga mereka Iran. Dengan kondisi yang belum juga tenang tersebut, tentu akan menjadi faktor Harga Emas tetap berada pada nominal yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan Arab Saudi yang diketahui sudah menanggalkan hubungan diplomatiknya dengan Iran.

Arab Saudi sendiri adalah merupakan negara Islam yang mayoritas penduduknya beraliran Sunni, sedangkan Iran sendiri adalah negara yang mayoritas penduduknya beraliran Syiah. Keputusan tersebut diambil setelah adanya para demonstran yang mendatangi Teheran serta mengobrak-abrik kedutaan Arab Saudi, menyusul tentang dieksekusinya Nimr al-Nimr.

Menteri luar negerti Arab Saudi Adel al-Jubeir menuturkan, jika diplomat Iran tersebut telah diberikan waktu selama dua hari untuk meninggalkan Arab Saudi. Hal tersebut menyulut ketegangan dari pemerintahan Iran yang selanjutnya mengeluarkan statement jika negara Arab Saudi akan menerima kosekuensi dari tindakan yang mereka buat.

Baca Juga : http://smeaker.com/nasional/9026/inilah-dp-bbm-buat-kamu-yang-memang-nasionalis-peringati-hari-pahlawan-10-november/

Anjloknya Pasar Saham China Buat Harga Emas Melonjak

Lain dari pada itu, bursa saham yang jatuh di China membuat perdagangan yang juga mempengaruhi pasar tersebut untuk sementara dihentikan. Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Global pun kian bertambah dengan merosotnya data manufaktur China.

Seperti yang diketahui, data manufaktur China bulan November silam berada pada level 48,6 kini turun menjadi 48,2. Nominal yang masih berada dibawah 50 tersebut secara tidak langsung juga menunjukkan jika memang sedang terjadi kontraksi ekonomi. Di sisi lain, data manufaktur Amerika Serikat juga melemah dengan indeks yang turun menjadi 48,2 persen pada Desember 2015 lalu.

Sementara itu, Co-Editor The 7:00 Report Tyler Richey juga menuturkan jika prospek Harga Emas masih dalam tren menurun. Hal itu membuat bank sentral AS akan terus meningkatkan suku bunga acuannya pada tahun 2016 ini.

Ia juga menuturkan, tren Harga Emas juga masih tertekan bila level resistance secara teknikal bisa ditembus USD 1.080. Bahkan bukan hanya Harga Emas dan perak yang kini tengah tertekan, harga tembaga ternyata juga ikut merasakan dampaknya. Harga tembaga pun ikut melemah hingga 2,6 persen menjadi USD 2.0795 per pon.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►